Bike / Sepeda

Hemat Dengan Lithium

HEMAAATTTT. Itulah idiom khas dari promosi satu operator seluler di tanah air. Penggambarannya melalui sosok seorang ibu yang selalu mengingatkan orang untuk berhemat. Lalu versi berikutnya adalah pemuda yang selalu mengingatkan pacarnya untuk berhemat.
Nah untuk urusan kendaraan listrik, maka kata “Hemaattt” cocok diberikan kepada penggunaan batre lithium.
Seperti kita ketahui, ada berbagai jenis batre yang bisa digunakan untuk kendaraan listrik semacam sepeda atau skuter listrik. Umumnya batre yang dipasangkan adalah jenis batre basah yang disegel maka namanya pun dikenal sebagai batre SLA atau sealed lead acid.
Batre lead acid adalah batre yang banyak digunakan pada kendaraan bermotor dengan mesin berbahan bakar fosil (bensin atau solar). Hanya saja pada kendaraan bermotor mayoritas menggunakan batre lead acid yang “bernafas” alias ada penguapan, sehingga selalu ada pengisian air aki secara berkala. Namun, pada kendaraan terkini, mulai digunakan batre gel, batre bebas perawatan (maintenance free/MF), dan batre kering, sehingga tidak perlu lagi menambah air aki.
Kembali ke batre kendaraan listrik. Penggunaan batre SLA memang untuk menekan harga produk. Hanya saja kelemahannya adalah umur pakai dengan maksimal setrum hingga 400 kali, dan bobot batre yang berat. Untuk batre SLA 12 V/10 A memiliki berat 4 kg. Jadi untuk kendaraan dengan batre 24 V akan memiliki berat sekitar 8 kg. dan batre 36 V seberat 12 kg.
Sementara batre lithium memiliki kelebihan umur pakai yang lebih lama, karena mampu disetrum ulang hingga 2.000 kali atau lima kali lipat batre SLA. Dari sisi bobot pun relatif sangat ringan, bahkan batre lithium 24V dan 26 V sekalipun memiliki bobot kurang dari satu batre SLA 12V, yaitu hanya 3,5 kg. Jadi dengan batre lithium tidak akan menghasilkan limbah sebanyak batre SLA. Satu batre lithium 24 V hanya menyisakan limbah satu bok batre, sedangkan batre SLA akan menghasilkan 2 batre x 5 kali ganti = 10 batre SLA.
So.. dengan batre lithium akan sangat hemat dari dampak lingkungan berupa jumlah limbah, lalu masa pakai lebih lama, berat lebih ringan (kendaraan listrik jadi lebih bertenaga). Bahkan ongkos penyusutan batre lithium lebih rendah dibandingkan dengan batre SLA (baca di SINI).

Lithium (depan) SLA (belakang)
Batre Lithium (depan) SLA (belakang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s