Automotive

Ekspor Kendaraan dari Cina (Semula produk sendiri, kini produk merek patungan)

EKSPOR kendaraan Cina pada tahun 2004 sebanyak 10.116 unit. Angka itu menempati porsi kurang dari 1% angka produksi kendaraan di Inggris yang mencapai 2,4 juta unit di tahun 2004. Negara tujuan ekspor kendaraan Cina adalah sejumlah negara di Afrika, Siria, Mesir.
Ekspor itu didominasi kendaraan sub kompak seharga 5000 dolar AS (sekitar Rp 12,5 juta dengan kurs saat itu USD1=Rp 2.500,00) yang mulai dikenal di tahun 1990-an semacam Daihatsu Charade.
Dari sisi kualitas, surveyor independen menilai kendaraan buatan Cina berada pada titik terendah dalam hal acuan keamanan dan kualitasnya. Tak heran jika kendaraan Negeri Tirai bambu tidak bisa masuk pasar Jepang, Eropa ataupun AS karena tidak dapat memenuhi batasan emisi standar sekalipun.
Namun kondisi ekspor dan kondisi kendaraan buatan Cina beberapa tahun lalu itu dijungkirbalikkan dengan kondisi saat ini. Tahun ini saja, Honda akan mengekspor 50.000 unit mobil mungil untuk pasar Eropa. Ekspor mobil itu berasal dari pabriknya yang berada di Cina.
Lantas pabrikan Chery menyatakan akan mengekspor 250.000 kendaraan setiap tahun untuk memasuki pasar negara Paman Sam (AS). Bahkan adapula isu pabrikan terkenal Amerika, Chrysler akan membuat mobil kompak di Cina untuk kembali masuk ke pasar AS.
Bagaimana bisa, negara yang semula agak sulit mengembangkan pasar ekspor kendaraannya, kini menjadi sumber kekuatan baru pendobrak pasar automotif?
Ketika dahulu para pemodal asing memasuki pasar Cina dan menanamkan modalnya untuk menjual produk di Negeri berpenduduk lebih dari 1 miliar tersebut, kini mereka beralih membicarakan peluang ekspor produknya.
Jawabannya singkat. Kompetisi yang mendorong segala sesuatu di bidang industri automotif Cina menggeliat di luar perkiraan semua pihak.
Ketika perekonomian Cina tumbuh pesat di tahun 2002-2003, kalangan industri automotif dari Korea, Jepang, Eropa dan AS meningkatkan kapasitas produksinya dengan membenamkan dana hingga 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 115,2 triliun.
Matahari yang semula disangka bersinar terik sepanjang hari, ternyata disaput mendung di tengah hari. Peningkatan kapasitas produksi tersebut ternyata tidak disertai pertumbuhan eknomi yang baik di tahun 2005.
Maka, penjualan turun 9% pada kuartal pertama 2005. Tak pelak lagi tercipta suatu persaingan yang sangat ketat.
Sejumlah pabrik beroperasi kurang dari setengah kapasitas terpasangnya. Harga produk terus turun setiap bulan. Otomatis, keuntungan berkurang dan berakhir sudah era tambunnya keuntungan penjualan produk automotif di Cina.
**
SEPANJANG tahun ini saja, tak kurang dari 120 model dibuat di Cina. Dengan kondisi pasar yang sedang melemah, maka setiap model hanya bisa diproduksi rata-rta kurang daro 30.000 unit.
Di sisi lain, pabrikan kendaraan Barat tidak bisa menghasilkan produk lebih efisien pada volume yang kecil. Maka, pabrikan semacam Chrysler dan Volkswagen dipaksa melakukan strategi ekspor sebagai jalan untuk tetap bertahan.
Sementara pabrikan dalam negeri Cina, semacam Geely, Great Wall, dan Chang’an tetap berkonsentrasi pada pembuatan mobil murah untk menggarap pasar secara massl di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Pasar negara tersebut relatif menerima kualitas kendaraan yang lebih rendah sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.
Tapi pabrikan Chery memiliki ambisi lebih besar untuk memasuki pasar AS. Dana besar-besaran dikeluarkan perusahaan yang baru berumur tujuh tahun untuk mengembangkan merek baru.
Menurut President Automotive Resources Asia Ltd., Michael J. Dunne, kini angka eskpor kendaraan Cina yang semula sangat kecil di tahun 2004 berubah drastis menjadi besaran yang tidak pernah diduga sebelumnya.
“Pabrikan kendaraan Cina akan mengenjot ekspornya untuk menjadi pesaing global. Sementara pabrikan global akan menjadikan Cina sebagai basis ekspor agar bisa bertahan di pasar Cina,” ujarnya.(automotive resources asia)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s